Peraturan Terbaru Cuti PNS, dari Cuti Tahunan, Sakit, hingga Cuti Besar

WWW.INFOKEMENDIKBUD.ONLINE _Jadi selain ada cuti tahunan PNS dan CPNS ada cuti-cuti lainnya yang sebaiknya diketahui, berikut ulasannya:

Cuti Tahunan PNS dan CPNS

Cuti tahunan diberikan untuk PNS dan calon PNS yang telah bekerja paling kurang 1 tahun secara terus menerus. Dengan lama 12 hari kerja.

Untuk menggunakan hak atas cuti tahunan PNS atau calon PNS harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti tahunan.

Cuti tahunan PNS atau CPNS dapat diberikan paling kurang 1 hari kerja.
Penangguhan cuti tahunan PNS dan CPNS maksimal 24 hari kerja.

Cuti Besar PNS

Cuti besar PNS diberikan untuk PNS yang telah bekerja paling singkat 5  tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar paling lama 3 bulan.

Cuti besar PNS dapat digunakan untuk alasan ibadah keagamaan, persalinan anak ke-4 dst, dan alasan lain sesuai pertimbangan pejabat yang berwenang.
PNS yang menggunakan hak atas cuti besar tidak berhak atas cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan. 


Untuk mendapatkan hak atas cuti besar, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti besar. 

Hak cuti besar diberikan secara tertulis oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti besar.
Selama menjalankan cuti besar, Pegawai Negeri Sipil menerima penghasilan penuh.

Cuti Sakit

Setiap PNS berhak atas cuti sakit. 
PNS yang sakit lebih dari 1 hari sampai dengan 14  hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter. 

Bila sakit lebih dari 14 hari, PNS juga berhak dapat cuti sakit, dengan ketentuan PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti sakit dengan melampirkan surat keterangan dokter pemerintah.

Hak atas cuti sakit sebagaimana dimaksud  diberikan untuk waktu paling lama I tahun, dan dapat ditambah paling lama 6 bulan apabila diperlukan, berdasarkan surat keterangan tim penguji kesehatan yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.
PNS yang mengalami gugur kandungan, menurut PP ini, berhak atas cuti sakit untuk paling lama 1 1/2 (satu setengah) bulan.

Selama menjalankan cuti sakit, Pegawai Negeri Sipil menerima penghasilan penuh.
PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan oleh karena menjalankan tugas kewajibannya sehingga yang bersangkutan perlu mendapat perawatan berhak atas cuti sakit sampai yang bersangkutan sembuh dari penyakitnya.


Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan diberikan PNS bila melahiran anak pertama sampai dengan kelahiran anak ketiga.
Untuk kelahiran anak keempat dan seterusnya, kepada PNS diberikan cuti besar.
Lama cuti yang diberikan untuk PNS yang melahirkan adalah tiga bulan.

Bila ingin mengajukan cuti melahirkan, PNS harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti melahirkan. 
Selama menggunakan hak cuti melahirkan, PNS wajib menerima penghasilan PNS. 

Cuti Karena Alasan Penting

PNS berhak atas cuti karena alasan penting, apabila: ibu, bapak, isteri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia, dan melangsungkan perkawinan.
Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti karena alasan penting paling lama 1 (satu) bulan.
Untuk menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis dengan menyebutkan alasan kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cuti karena alasan penting.

Cuti Bersama 
Cuti bersama tidak mengurangi hak cuti tahunan. 
PNS yang karena jabatannya tidak diberikan hak atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan.

Cuti di Luar Tanggungan Negara

PNS yang telah bekerja paling singkat 5 (lima) tahun secara terus-menerus karena alasan pribadi dan mendesak dapat diberikan cuti di luar tanggungan negara. 
Cuti di luar tanggungan negara dapat diberikan untuk paling lama 3 (tiga) tahun.

Jangka waktu cuti di luar tanggungan negara dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya.

Sumber : woke.id

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di WWW.INFOKEMENDIKBUD.ONLINE,  Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

Belum ada Komentar untuk "Peraturan Terbaru Cuti PNS, dari Cuti Tahunan, Sakit, hingga Cuti Besar"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel