page 2 Pria Ini Tiap ke Warung Selalu Pesan Nasi Putih, 20 Tahun Kemudian Ia Datang Lagi, Pemilik Warung Lalu Menangis, Ternyata Ia ...



Mata anak itu berkaca-kaca dan meneteskan air mata, tapi tidak diketahui oleh pasutri yang baik hati itu.

Sejak itu, anak itu hampir selalu datang setiap senja, ia selalu makan semangkuk di warung, dan semangkuk untuk dibawa pulang, tentu saja, dibawah mangkuk nasi yang dibawa pulang itu selalu terpendam rahasia yang tidak sama setiap hari.

Sampai akhirnya anak itu lulus, dan dua dekade berikutnya, tidak pernah terlihat lagi sosok bayangan anak itu di warung prasmanan tersebut.

Dua puluh tahun kemudian, warung prasmanan itu mendapat pemberitahuan dari pemda yang akan membongkar paksa bangunan-bangunan ilegal di wilayah tersebut, melihat kenyataan itu, pasutri itu pun tak kuasa menahan tangisnya mengingat pengangguran yang akan dijalaninya di masa paro baya.

Tepat pada saat itu, seorang tokoh elite dari perusahaan besar datang berkunjung.

seorang perwakilan dari perusahaan mengutarakan tujuannya datang ke lokasi itu. ia membawa kabar bahwa direkturnya meminta pasutri membuka kantin prasmanan di dalam gedung perkantoran yang akan segera digunakan, peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan semuanya disiapkan oleh perusahaan, mereka hanya tinggal membuat masakannya dan keuntungan dibagi dua.

Hal itu tentu membuat pasutri bertanya tanya dan sekaligus kebingungan merasa diperlakukan begitu baik oleh perusahaan itu.

Namun perwakilan perusahaan itu lagi lagi menjelaskan bahwa kedua pasutri itu telah berjasa besar kepada pimpinanya tersebut.

ia sangat suka dengan telur kecap dan daging cincang masakan kalian, lainnya kalian bicarakan saja nanti saat bertemu.

LANJUT BACA HALAMAN 3 DISINI

loading...

Belum ada Komentar untuk "page 2 Pria Ini Tiap ke Warung Selalu Pesan Nasi Putih, 20 Tahun Kemudian Ia Datang Lagi, Pemilik Warung Lalu Menangis, Ternyata Ia ..."

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel