page 4 Ditanya Mana Ibunya Bocah ini Bilang Ada Didalam Tas, Saat Dibuka Semua Orang Menangis, Astaga Ternyata...




Ketika tahun ajaran baru akan dimulai, mereka sudah berencana untuk segera kembali ke desa mereka.

Tapi sayangnya, pada hari terakhir ibunya di tempat kerja, dia tertimpa oleh sebuah batangan baja yang sangat berat dan dinyatakan meninggal dunia.

Abunya rupanya berada di sebuah guci di dalam tas anyaman yang dibawa sang anak.

Wanita tua itu tidak bisa menahan air matanya, dan dia bertanya :

“Akankah anak ini melanjutkan pendidikannya?”

Pria itu menggelengkan kepala.

Dan anak itu menjawab :

“Saya akan membaca buku di toko buku di dekat lokasi konstruksi setiap hari.”

Orang-orang lain di dalam bus sangat tersentuh oleh penderitaan anak laki-laki itu.

Banyak dari mereka ingin memberikan beberapa buku mereka di rumah kepadanya.





“Berhentilah peduli apa yang dipikirkan orang lain tentang dirimu, beranilah membuat jalanmu sendiri.”

Anak laki-laki itu melakukannya.

Dia memiliki seorang ibu pekerja keras dan bijak.

Tidak peduli betapa kaya atau miskinnya dia di masa depan, dia akan selalu memiliki keberanian untuk menjadi dirinya sendiri dan mengejar mimpinya dalam kondisi apa pun.

Banyak orang saat ini memiliki harga diri yang rendah karena mereka berasal dari latar belakang kemiskinan.

Namun ibu yang luar biasa ini tidak pernah membiarkan anak laki-lakinya merasa minder terhadap orang lain hanya karena mereka miskin dan malah membuatnya bersikap positif dan toleran terhadap penghinaan orang lain.

Sumber: tribunnews.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di WWW.KOMPASNEWSONLINE.COM, Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

Belum ada Komentar untuk "page 4 Ditanya Mana Ibunya Bocah ini Bilang Ada Didalam Tas, Saat Dibuka Semua Orang Menangis, Astaga Ternyata..."

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel